Apa Itu Normal

Apa Itu Normal?

Umumnya, setelah selesai semasa sekolah, seseorang akan melanjutkan kuliah, lalu menikah dan punya anak.

Lalu, bagaimana jika kita termasuk kategori yang tidak umum? Salahkah? Atau berarti kita masuk kategori orang tidak normal?

Tulisan ini tidak akan membuat kamu tahu seketika tentang jawabannya, tapi mungkin bisa bikin kamu paham tentang perasaan mereka yang ‘kurang umum’ tadi. 

Why oh why, pesta pernikahan atau hajatan yang mengundang sejuta umat bisa menjadi petaka bagi sebagian dari kita?

Masih bingung dengan pertanyaan tadi? Kalau bingung, berarti kamu bukan bagian dari mereka yang mengalami perjalanan hidup yang ‘kurang umum’ tadi.

Yes, ciri-ciri pesta pembawa petaka tadi adalah munculnya sejumlah pertanyaan berikut, bila kamu tandai lebih dari satu jawaban, silakan lanjutkan membaca tulisan ini seluruhnya. Bisa jadi tulisan ini untukmu. 

- Eh, kamu makin kelihatan cantik/ganteng, sudah punya pacar belum?

- Ya ampun, belum lulus juga, kapan nikahnya dong?

- Lho, sudah nikah berapa lama memangnya, kok belum punya momongan?

- Memangnya Raka belum mau punya adik lagi, buru-buru kasih adik buat Raka dong…

- Pacarannya sudah berapa lama sih, memangnya belum ingin nikah ya?

Fun nights turn into shitty nights. Mereka yang merasa hidupnya ‘teratur’ sesuai ekspektasi orang banyak, merasa berhak untuk menilai hidup kita yang hidupnya ‘berbeda’ dari mereka.

Wow. Sebegitu sulitnya untuk tidak ikut comment tentang hidup orang lain sepertinya. 

Buat kamj yang sering sekali bertemu dengan pertanyaan-pertanyaan standar seperti di atas, cobalah untuk lebih santai menghadapinya.

Anggap saja bahwa pertanyaan tadi tidak layak buat kamu jadikan ‘masalah’ besar. Biarkan saja mereka berlalu.

Dan, kalau mau diambil sisi positifnya, silakan menganggap bahwa dirimu istimewa, sehingga banyak orang yang ‘terlalu’ peduli dengan hidupmu.

Walaupun anggapan itu terasa berlebihan, tapi percayalah, mungkin kamu akan lebih merasa lega dengan menganggapnya begitu. They care too much, that is it. Try not to take it personal.

Dan, bagi mereka yang tak tahan untuk tidak memberikan judgement atas kehidupan orang lain, please say it nicely. Karena ini juga termasuk masalah sopan santun dalam menyampaikannya.

Well, saya pernah dapat quote ini dari seorang teman, ‘Not everyone has your heart’.

Coba cek, apakah kamu benar-benar tahu apa yang sedang seseorang jalani dengan hidupnya hingga dia belum lulus, punya pacar, menikah, punya anak, bahkan menambah momongan lagi?

Kalau ternyata kamu tidak benar-benar mengerti bagaimana setiap orang menjalani hidupnya, ask yourself again, what is normal, anyway?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *