Jangan halu dulu, berharap ini adalah judul drakor berikutnya yang harus kamu tonton. Bukan itu. Ini adalah tulisan tentang bagaimana caranya hidup girang, gembira, bahagia saat kita memasuki pandemi season 2 ini. Sulit? Kita coba saja.
Kalau drama korea atau serial televisi favorit kita sudah mulai tayang season berikutnya, rasanya pasti happy luar biasa. Nah, ini justru kebalikannya. Siapa sangka, pandemi yang kita jalani akhirnya sampai ke season kedua? Sedihnya.
Belum lagi, jika kita perhatikan belakangan ini, virus Corona semakin terasa dekat dengan kita, karena sudah mulai menyerang mereka yang ada di circle terdekat kita. Tak jarang, kita mendapatkan berita duka/kehilangan kerabat atau bahkan saudara dekat. Begitu banyak kabar buruk yang kita terima atau bahkan musibah itu ada yang menimpa sebagian dari kita. Turut prihatin, ya…
Untuk sebagian dari kita, yang sudah bisa move on dari rasa sedih tadi, jangan berlarut-larut, yuk! Untuk menghadapi si virus dengan berbagai variannya tadi, lebih baik kita persiapkan diri kita dengan rasa girang, gembira, dan bahagia. Well, ketiganya adalah kata yang berarti sama, sengaja disebut satu per satu, agar semangat positifnya bisa terasa sampai tiga kali lipat. Bagaimana caranya?
Berolahraga secara rutin
Setiap kita berolahraga akan meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa mengurangi rasa sakit. Selain itu juga ada hormon dopamin yang katanya adalah hormon yang bisa menyebabkan seseorang merasa bahagia, dan serotonin yang bisa mengurangi kadar stres pada tubuh. Selain itu, berolahraga secara rutin juga bisa mengurangi tingkat kecemasan dan depresi. Wah, ternyata banyak sekali ya kegunaan berolahraga terhadap situasi mood kita. Lakukan gerakan sederhana selama 20-30 menit setiap hari atau 3-5 kali dalam seminggu.
Minum air putih di pagi hari
Wah, ternyata minum air putih sebagai pembuka harimu, membuat suasana hati lebih baik. Seperti yang diketahui, kalau kita kekurangan air, kita akan mengalami dehidrasi, dan kondisi ini akan menimbulkan banyak masalah pada tubuh kita, dari kulit yang kering hingga rasa mudah lelah. Hal ini yang bisa membuat kita gampang depresi, dan suasana hati gampang memburuk sepanjang hari. Itu makanya di awal hari, cobalah untuk minum air putih 2-3 gelas. Ini bukan hanya akan melancarkan jalannya nutrisi dan proses pembuangan sisa racun dalam tubuh kita, tapi juga akan meningkatkan produksi hormon-hormon pencetus rasa bahagia, lho.
Konsumsi makanan bergizi dan vitamin
Sebuah penelitian menyatakan bahwa makan makanan sehat seperti mengonsumsi banyak buah dan sayur, bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik tapi juga mental kita. Bahkan akan berpengaruh pada suasana hati yang baik dalam jangka waktu yang panjang. Jadi, jika kamu cenderung mengonsumsi makanan yang kurang sehat selama ini, cobalah untuk memperbaiki menu makananmu dengan segera, atau bila perlu, tambah asupan bergizi lewat vitamin dengan dosis yang cukup, supaya hidup bisa lebih bahagia.
Cobalah untuk tidur cukup
Kalau kamu adalah si penderita susah tidur di malam hari, ketahuilah bahwa kurang tidur itu bukan cuma berpengaruh pada kesehatan fisik, tapi juga mentalmu. Tidur cukup di malam hari , itu sangat berpengaruh pada suasana hati kita di keesokan harinya. Hal ini pasti pernah kita rasakan. Saat kurang tidur, dan merasa seperti ‘melayang’, suasana hati kita pasti tidak nyaman dan gampang memburuk seketika. Nah, tunggu apa lagi? Cobalah untuk tidur selama sekitar 7-8 jam setiap malam, agar tidak uring-uringan di esok hari.
Kurangi stres
Ini paling susah. Menjalani pandemi saja sudah bikin stres, lalu bagaimana cara menguranginya ya? Jangan cuma bekerja dan melakukan hal-hal rutin lainnya. Tapi coba tekuni hobimu atau lakukan hal-hal spontan lainnya. Cari hal yang bisa bikin hatimu gembira. Lakukan itu lebih sering. Kalau perlu, lupakan media sosial sesaat. Detoks dirimu dari kehidupan dunia maya. Itu penting. Walaupun media sosial bisa bikin kamu merasa ‘hidup’ karena merasa banyak teman, kecanduannya juga bisa membuat kamu tak berhenti menginginkan apa yang orang lain ‘tampilkan’, lho. Dengan kata lain, timbul sisi kompetitif di dalam diri, yang bisa berefek buruk pada suasana hatimu. (*)
Photo by bruce mars on Unsplash

