Makna Ketergantungan

Makna Ketergantungan

Sebagai manusia, wajar dalam hidup ini jika kita merasa tergantung sama orang lain. Selama itu dalam porsi yang wajar.

Tapi apa yang terjadi, jika kita sangat tergantung dengan mereka yang terus menerus secara sengaja membuat kita tergantung terhadap mereka? Sehatkah hubungan semacam itu? Cari tahu jawabnya di sini.

Pernah dengar istilah hubungan kodependen? Yes, codependent relationship adalah di mana dalam satu hubungan, seseorang sangat mengandalkan persetujuan partner-nya dalam mengambil keputusan.

Mungkin ini masih terdengar wajar, karena dalam sebuah hubungan memang biasanya, kita akan senang berdiskusi dengan pasangan dalam setiap pengambilan keputusan.

Tapi, apa jadinya, jika kita hanya mengandalkan kesenangan pasangan dalam setiap pengambilan keputusan? Oke, sekarang coba kenali dulu cirinya:

1. People pleaser

Kita yang terjebak dalam codependent relationship biasanya adalah seorang people pleaser.

Bisa dibilang, suka sekali menyenangkan hati pasangan atau orang lain dalam sebuah hubungan. Bahkan cenderung merasa hidup kita seperti tidak bermakna, bila tidak menyenangkan hati orang lain. 

2. Knows no boundaries

Yes, terkadang kita yang selalu terjebak tidak dapat mengambil keputusan sendiri, membiarkan orang lain masuk kedalam hidup kita tanpa ‘batas’.

Kita tidak bisa membuat batasan mana yang tepat, di mana kita seharusnya bisa mengambil keputusan untuk diri kita sendiri, tanpa harus adanya campur tangan dari orang lain, walau itu adalah pasangan kita sendiri.

3. Family issue

Kejadian ini juga bisa dilatarbelakangi oleh masa lalu atau cerita masa kecil dalam keluarga yang selalu tidak mendapatkan perhatian dari orang tua.

Pola asuh yang cenderung diabaikan inilah yang membuat seseorang bertumbuh mengharapkan pengakuan dari orang lain. Kurang merasa berharga tanpa ‘kehadiran’ orang lain dalam hidup kita.

4. Low self esteem

Masih terkait dengan pengalaman pola asuh orang tua yang cenderung mengabaikan anaknya, akhirnya seseorang bertumbuh dengan rasa percaya diri yang sangat rendah.

Hingga biasanya, seseorang tersebut akan melakukan apapun demi pengakuan dari orang lain, dan itulah yang menjadikan seseorang mengalami codependent relationship. 

5. Seeking validation from others

Terakhir, ini yang selalu terjadi dalam hubungan kodependen. Butuh pengakuan dari orang lain.

Ketika kita merasa dianggap oleh siapapun orangnya, biasanya akan menjadikan kita sangat tergantung pada response orang lain tersebut.

Bahkan bukan tidak mungkin, kita tidak berhenti mengharapkan orang lain tersebut ‘hadir’ dalam hidup kita, baik itu secara emosional maupun fisik. 

Sekarang, kita bisa bicara tentang efek samping dari hubungan super adiktif ini. Yes, kita bisa menemukan efek samping yang negatif dari hubungan ini. Beberapa di antaranya:

a. Lepas tanggung jawab

Selalu menyandarkan diri pada orang lain itu tidak baik, apalagi jika situasi ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membuat kita lemah, atau tidak mampu dalam membuat keputusan dalam hidup kita, sehingga bisa dibilang, kita menjadi sangat tergantung dengan keberadaan orang lain dalam hidup ini.

Hal ini bisa membuat seseorang menjadi pihak yang secara tidak langsung ‘malas bertanggung jawab’ akan hidupnya.

Takut untuk mengambil keputusan penting atau bahkan ‘dipaksa’ masuk dalam situasi ketergantungan terhadap orang lain.

b. Takut jadi diri sendiri

Wah, ini hal paling negatif yang mungkin terjadi. Karena selalu didikte oleh orang lain, membuat seseorang takut untuk bisa jadi dirinya sendiri.

Dalam melakukan hal apapun. Dan akhirnya tidak bisa menemukan jati dirinya, karena selalu ‘mengandalkan’ orang lain. Takut bila dia menjadi dirinya, maka dia akan ‘kehilangan’ orang di sekitarnya. 

c. Kelelahan akut

Akibat proses hidup yang dijalani dengan cara menyandarkan diri pada orang lain, akhirnya tidak ada proses take and give di dalam hidup seseorang.

Yang ada hanya ‘menyenangkan’ hati orang lain secara terus menerus, tanpa menyadari bahwa proses ini bisa membuat baterai seseorang ‘draining’ at some point.

Yes, walaupun kita hidup tanpa baterai, tapi menjadi manusia juga bisa jadi melelahkan seperti halnya baterai kehabisan dayanya.

Tapi, percayalah, dalam hidup seseorang, proses hidup seperti yang dijalani dalam sebuah hubungan yang kodependen bisa jadi sebuah pembelajaran yang menarik untuk diambil hikmahnya.

Ketergantungan kita pada seseorang yang super adiktif akan menarik kita sampai pada sebuah titik, di mana kita akhirnya akan merasa tidak berharga secara utuh, kita hanya akan merasa berarti bila ada orang lain dalam hidup kita.

Dan, hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi.

Semoga kita yang mengalami hubungan kodependen bisa sampai ke titik balik itu. Learning the lessons. Is it really mentally healthy for you, or is it not?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *